KISAH NYATA PORNO

SUNGGUH SUNGGUH TERJADI, TENTANG APA YANG PERNAH TERJADI DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI

KAMAR PENGANTIN

Beberapa lembar daun gayam berserakan disepanjang jalanan kecil dikota Yogya, sesekali tertiup angin hingga jalanan beraspal ini dipenuhi oleh lembaran daun daun gayam yang berguguran dari pohonnya. Langit Yogya terlihat semakin gelap saat embun hujan memenuhi mega mega putih dan berubah menjadi hitam keabu abuan. Hembusan angin terasa sejuk semilir menerpa tubuh yang penat. Sisca semakin mempercepat langkah kakinya saat angin terasa semakin kencang , Tangan lentiknya memegang tas kecil erat erat dan didekapkan didada. Gadis cantik itu terlihat bahagia dan tertawa kecil saat Anton mengikutinya berlari.

” Sudah Sis.. berhenti dulu aku capek! kita berteduh dihalte itu saja..” Teriak Anton sambil menarik tangan Sisca. Gadis itu menurut saja sambil tersenyum manis ketika tangan kekasihnya menariknya menuju halte bis diseberang jalan itu. Anton yang sehari hari bekerja sebagai karyawan disebuah hotel itu terlihat gembira dan bahagia, Sisca yang dulunya merupakan primadona dikampusnya dan merupakan cewek idaman setiap mahasiswa dikampusnya itu sekarang telah menjadi kekasihnya. Tak dapat dipungkiri oleh hatinya saat bersaing dengan Bayu teman satu kampusnya untuk meraih hati Sisca. Namun saat itu Sisca ternyata lenih memilih Bayu untuk menjadi kekasihnya. Hingga hampir lulus dari bangku universitas jalinan cinta Bayu dan Sisca kandas karena perbedaan keyakinan. Dan tentu saja Anton tak mau kehilangan kesempatan untuk bisa mendapat kan cewek idamannya itu, dengan berbagai upaya akhirnya Sisca jatuh juga kepelukan Anton. Sekarang gadis cantik itu telah menjadi miliknya dan sebentar lagi Anton akan mempersuntingnya untuk menjadi pendamping hidup untuk selamanya. Sudah sejak lama Anton mendambakan bisa memiliki gadis secantik Sisca yang berkulit putih mulus dan bertubuh sexy.

” Hei Mas Anton kok senyum senyum sendiri?? Ucap Sisca heran menyentak lamunan Anton.

” Eh..ehm, iya aku teringat masa masa kita dulu..” Sahut Anton lirih sambil meremas remas jemari Sisca.

” Mas Anton..

” Ada apa Sis?? Sahut Anton tersenyum bahagia ketika kepala Sisca direbahkan dipundaknya.

” Sisca hari ini bahagia banget Mas..” Ucap Sisca sambil menatap wajah Anton. Kedua mata lentiknya menatap jalanan yang mulai dipenuhi oleh air hujan yang mengguyur deras. Rambutnya yang hitam panjang itu sesekali dikibaskan kebelakang, menambah elok laksana seorang Dewi. Lalu keduanya terdiam sesaat ketika tangan lentik Sisca merangkul pinggang Anton. Kedua insan itu larut dalam kehangatan kasih diantara derasnya hujan disepanjang jalan kecil itu. Perlahan Anton melirik wajah calon istrinya itu sambil membelai rambut Sisca yang terurai dipundak. Matanya yang lentik terlihat syahdu dengan bibir mungilnya yang indah. Wajahnya terlihat putih bersih dan terawat dengan lesung pipit menambah indah senyum diwajah gadis itu. Keduanya lalu saling berpelukan bahagia ditengah guyuran air hujan yang semakin deras dan tak lagi dirasakan dingin oleh kedua insan itu. Bibir keduanya saling berpagut dan mengulum diringi desah nafas Sisca merasakan kehangatan cinta kasih mereka. Beberapa orang yang melalui jalanan itu terlihat heran menyaksikan kemesraan mereka ditempat terbuka itu. Seolah kedua insan itu tidak mempedulikan keberadaan orang orang yang berada disekitarnya.

Empat bulan telah berlalu seperti detak jam yang berputar cepat ditengah kota yogya yang indah itu. Bunga bunga terlihat bermekaran disetiap sudut kota yang tertata asri. Disepanjang jalan malioboro Anton terlihat memacu sepeda motornya dengan cepat. Hari itu Anton sibuk mondar mandir membagikan undangan pernikahannya dengan Sisca kepada teman serta kerabatnya. Tak terkecuali Bayu yang merupakan saingan dan mantan kekasih Sisca, walau begitu Anton tetap berharap Bayu mau menghadiri acara pernikahanya yang akan berlangsung dua minggu lagi. Sesekali senyum bahagia terlintas diwajah Anton saat membayangkan Sisca calon istrinya untuk mengajak berbulan madu keBali. Alangkah bahagia malam pertama nanti sebuah malam yang dinanti nantikan oleh Anton selama ini. Sepeda motornya kembali terlihat melaju semakin cepat meliuk liuk hingga tak terlihat lagi diantara hiruk pikuk lalu lintas kota yogya yang semakin padat ini.

Deru sepeda motor Anton terhenti disebuah halaman rumah yang cukup luas, Anton menyandarkan sepeda motornya dibawah pohon besar milik orang tua Bayu. Dulunya anak anak kampusnya yang berkumpul disini sehabis pulang dari kuliah sekarang tempat itu terlihat sepi. Bangunan rumah milik orang tua Bayu terlihat besar dan kokoh namun dari struktur bangunannya seperti bangunan kuno yang terawat. Ada teras yang teduh dengan kursi panjangnya dan beberapa pot bunga tertata rapi disetiap sudut ruangnya. Anton melangkah kedepan pintu rumah yang terbuat dari ukiran kayu yang antik.

” Kulo nuwun..!! Suara Anton memecahkan keheningan disiang hari itu.

Tak beberapa lama dari dalam ruangan terdengar langkah kaki terseret pelan. Seorang nenek tua menyambut kedatangan Anton dengan tersenyum ramah. Sambil melangkah tertatih tatih nenek Bayu menunjukan keberadaan Anton yang berada diruangan belakang bangunan ini. Anton mengikutinya sambil membawa secarik undangan untuk Bayu. Ruangan dibelakang bangunan itu terlihat sepi dan sunyi ada beberapa kamar dan beberapa kursi tua diruangan itu. Ditengah keheningan itu sayup sayup terdengar desah dan rintihan dari salah satu kamar diruangan itu. Dan sepertinya suara itu seperti sudah tidak asing lagi ditelinga Anton, buru buru Anton meletakkan tas ranselnya dan mendekati arah suara itu.

Itu seperti suara Sisca..!!” Gumam Anton gugup dan berusaha meyakinkan dengan mengintip lewat lubang angin yang berada diatas kamar itu. Dan bagai disambar geledek disiang hari itu seolah tak mempercayai apa yang dilihatnya. Anton melihat Sisca calon istrinya tengah bertelanjang bulat tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya yang putih mulus itu, sementara Bayu menindih tubuh Sisca dan saling berpelukan erat erat, pantat Bayu terlihat perlahan naik turun seirama dengan pinggul Sisca yang bergoyang pelan, Seolah begitu merasakan nikmat yang termat sangat. Sesekali desah dan rintihan lirih dari mulut Sisca sayup sayup terdengar menusuk perasaan dan hati Anton yang menatap pemandangan itu dari balik celah kamar itu. Beberapa lembar surat undangan yang dipegang Anton tak terasa berjatuhan dilantai marmer itu. Badannya mendadak gemetar dan tersasa lemas hingga terduduk disudut teras itu, Airmatanya mengalir tak kuasa menahan perihnya hati yang teramat sakit. Dengan langkah gontai Anton meninggalkan tempat itu dengan tatapan kosong, beberapa lembar surat undangan dibiarkan berserak diteras kamar itu.

Suasana Gedung sasana hasta tempat berlangsungnya pernikahan antara Anton dengan Sisca telah dipenuhi para tamu undangan, Beberapa hiasan ala padang mendominasi dekorasi pelaminan mereka.

” Hai Anton..selamat yaa.. Ucap Rini temen sisca sambil menyalami dan mencium pipi kanan kiri Sisca. Anton sesekali melirik wajah Sisca istrinya yang terlihat bahagia dengan hati kosong, Sisca tak pernah mengetahui jika Anton pernah memergoki hubungan badan dengan Bayu ketika 2 bulan sebelum berlangsungnya acara pernikahan ini. Memang Anton berusaha menyembunyikan hal itu dari Sisca, Hingga saat kepelaminanpun Anton tak pernah menyinggungnya, Dan tak pernah memperlihatkan raut muka kepedihan jika mengingat kejadian itu, Walau hatinya hancur namun Anton tetap berusaha tegar. Dia tak mau pernikahannya gagal, apalagi orang tua Anton sangat bebahagia dengan pernikahan anaknya itu. Anton tak mau mengecewakan keluarganya yang sangat mendambakan Anton agar segera cepat cepat menikah.

“Lho..kok melamun???

“Eh..Bayu?? Ucap Anton gugup tak menyadari jika laki laki berengsek dimatanya itu tengah berdiri didepannya dengan senyum ranah.

“Selamat yaaa.. Cepet bikin anak yang banyak..He..he.. Ucap Bayu sambil bercanda.

“Iya..makasih yaaaa…” Sahut Sisca menyalami Bayu, Anton melirik kedua pasangan gelap itu dengan pandangan sinis.

“Bajingaaan kamu..Ucap Anton dalam hati, rasanya ingin sekali memukul wajah Bayu namun Anton tetap bisa menahan diri sambil ikut tersenyum walau hatinya sangat sakit sekali.

Malam tengah semakin larut menunjukan pukul 12 malam, suara detak jam dan harum bau bunga melati yang bertebaran diruangan itu menambah suasana sakral akan arti pentingnya malam pertama. beberapa bungkus kardus masih terlihat utuh diatas meja didalam ruangan kamar pengantin itu.

“Kok Mas Anton diam saja??? Capek yaa tadi berdiri terus?? Ucap Sisca lirih sambil membetulkan letak tidurnya diranjang pengantin itu. Wajahnya terlihat cantik sekali ketika sanggulnya dilepas dan rambutnya yang hitam terurai itu menambah elok laksana seorang bidadari.

“Sisca bobo aja dulu yaaa??? Ucap Anton sambil meletakkan bantal diujung ranjang dan duduk sambil menatap langit langit ruangan kamar itu. Hatinya terasa berkecamuk hebat saat teringat Sisca melakukan hubungan badan dengan Bayu.

“Sisca masih virgin kan?? Ucap Bayu sambil menghela nafas panjang melirik kearah istrinya yang sedikit tersentak dengan ucapan Anton yang tiba tiba itu.

“Kok mas Anton bilang gitu sih?? Ya.. jelas masih dong, Ini kuberikan untuk mas Anton yang sangat Sisca cintai…Sahut Sisca dengan nada gugup namun wajah sandiwara itu membuat hati Anton makin tersayat. Namun Anton tetap berusaha tenag dan menahan diri.

“Ya sudah Mas Anton percaya…Sahut Anton pendek tatapan matanya memperhatikan langit langit kamar itu tanpa menoleh sedikitpun kearah Sisca.

“Lho kok nggak dibuktiin?? Ucap Sisca menggoda sambil merebahkan tubuhnya didada Anton.

“Sekarang buka bajumu??? Ucap Anton pendek.

“Lho kok gitu sih??

“Aku pengen lihat keindahan tubuhmu sebelum kita melakukan itu…Sahut Anton sambil mengangkat tubuh Sisca lalu duduk disamping ranjang. Sisca menatap sebentar wajah dingin suaminya itu dengan penuh tanya lalu ikut duduk disamping ranjang sebentar lalu berdiri didepan Anton, entah apa yang dimaui suaminya itu namun Sisca tetap menuruti keinginan suaminya itu. kebaya warna kuning yang dikenakan Sisca perlahan dilepas lalu kain lurik yang menutupi pinggulnya juga perlahan dilepas hingga kini gadis ayu itu hanya mengenakan celana dalam dan Bh saja. Anton memperhatikan tubuh istrinya itu dengan tatapan dingin hati dan perasaannya terasa beku hingga hasrat kelelakiannya juga terasa ikut mati.

“Udah Mas..Ucap Sisca lirih sambil melangkah mendekat kearah suaminya yang duduk dipinggir ranjang. Bh nya yang berwarna krem membalut kedua buah dadanya yang sintal dan celana dalamnya berwarna merah terlihat rapat diantara kedua paha dan selakangan yang putih mulus itu. perlahan Anton meraba paha mulus istrinya itu dan memegang memek sisca yang masih mengenakan celana dalam itu. terasa lembut dan hangat daerah milik Sisca itu. perlahan Anton memelorotkan celana dalam perlahan lahan.

“Mas…lampunya dimatiin yaa..Ucap Sisca sedikit gugup.

“gak usah…aku pengen melihat milikku yang berharga ini. Sahut Anton dengan tatapan terpana melihat kemaluan Sisca yang ditumbuhi rambut rambut halus disekitarnya. Lalu Bh yang dikenakan Siscapun dilepas dan kedua buah dada Sisca yang sintal dan bulat itu terlihat menggantung indah dengan putingnya yang menantang. Sisca terlihat berdiri didepan Anton dengan tubuh telanjang bulat tanpa mengenakan sehelai benangpun menutupi tubuhnya.

” Massss…!! Desah Sisca memegang kepala Anton saat jemari tangan Anton menyentuh vaginanya yang basah dan lembut itu. Sambil berdiri Sisca membiarkan saja ketika jemari tangan Anton membuka lempitan kemaluannya hingga kelentit Sisca terlihat keluar. Jemari Anton perlahan menggerakkan kelentit Sisca dengan gerakan memutar.

” OOoouch..Masss..!!! Desah Sisca lirih menahan nikmat, Bagi Anton desahan itu justru sangat menyakitkan sama dengan desahan waktu melakukan dengan Bayu dulu.

” Ayyyohh..!!! Buka bajumu Masss..!! Ucap Sisca pada Anton yang tetap terlihat dingin sambil berkali kali mempermainkan kelentitnya. Lalu perlahan Anton melepas semua baju yang dikenakannya hingga telanjang bulat dihadapan Sisca istrinya.

” Lhooo???? Ucap Sisca kaget melihat penis Anton yang panjang dan besar itu tergolek lemas tanpa ereksi sama sekali. Sisca memegang penis suaminya dengan lembut dan diremas remas dan dikocok kocok. Namun tetap saja penis itu tetap tak bergerak ataupun ereksi. Sisca tak kehilangan akal lalu mengulum penis Anton dan menghisap hisap agar penis suaminya itu bisa bangun. Namun tak juga harapan sisca terpenuhi, penis suaminya itu tak juga terangsang dan tetap tergolek lemas.

Dentang jam berbunyi tiga kali, menunjukan pukul tiga subuh. Ruangan kamar pengantin itu hening tanpa suara sama sekali, Sisca duduk dipinggir ranjang dengan hati galau. Sementara Anton terlentang diranjang dengan tatapan kosong tanpa terucap sepatah kalimatpun. tak ada nikmat dan indahnya malam pertama dikamar pengantin itu. Semua terasa hampa saat sayup sayup air mata Sisca mengalir membasahi ranjang pengantin itu, Sisca tak pernah mengetahui jika Anton tengah stress berat sehingga membuatnya tak mampu untuk tumbuh hasrat birahinya. Kejadian dua bulan yang lalu sangat memukul perasaannya hingga Sisca tak tahu jika Anton tiba tiba tertawa cekikikan sambil menatap wajahnya. Tawa itu semakin keras dan menggema diruangan itu hingga Sisca ketakutan dan berlari meninggalkan ruangan itu dengan memakai baju seadanya.

Beberapa bulan kemudian kamar berukuran 3×4 itu telah berubah, terdengar desahan desahan nikmat dari mulut Anton, Tak ada lagi bunga melati ataupun bungkus kado dan suasana skral diruangan itu.

Ouuuh…!! Ayoooh teruusss Masss…!!! Jerit Anton merasakan kenikmatan yang luar biasa, kedua tangannya yang kekar memegang erat erat sisi ranjang tempat tidur itu. Mas Dibyo menggenjot pantat Anton dengan penuh nafsu sementara Anton nungging membelakangi Mas Dibyo seorang pemilik toko didaerah tempat tinggalnya.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: