KISAH NYATA PORNO

SUNGGUH SUNGGUH TERJADI, TENTANG APA YANG PERNAH TERJADI DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI

MENDUNG DIATAS KOTA TEMANGGUNG

Budi memandangi langit senja yang mulai terlihat gelap, Angin dingin terasa berhembus perlahan merasuk kesekujur tubuh kerempeng remaja itu. Buru buru Budi menarik risleting jaketnya keatas dadanya lalu memasukan kedua tangannya kedalam saku jaket menahan hawa dingin yang serasa menusuk tulang. Disamping bangunan tembok pabrik kayu lapis itu, Budi terlihat gelisah menunggui seseorang sambil sesekali menggaruk nggaruk kepalanya. Yanti saudara sepupunya bekerja diperusahaan kayu lapis itu, keduanya memang bersaudara dan akrab, Didesa tempat tinggalnya Yanti merupakan gadis kembang desa dan dikenal sebagai gadis yang ramah dan sopan. Disamping berwajah cantik dan manis, gadis ini mempunyai tubuh yang sexy dan berkulit putih mulus dan bersih terawat. Tak heran jika para pemuda ganteng didaerah itu banyak yang ingin berkenalan dan mempersuntingnya namun seolah Yanti sendiri tak menggubrisnya hatinya belum tertarik untuk dekat dengan lelaki manapun, Budi sendiri walau menganggap Yanti seperti kakak kandungnya, diam diam juga mengagumi kemolekan dan wajah ayu dari saudara sepupunya ini. Hari itu tak biasanya Budi menjemput Yanti, Karena biasanya gadis itu tiap malam menginap dipondokan yang disediakan oleh oleh pabrik kayu lapis itu.

Sudah hampir setengah jam remaja itu berdiri dipinggir jalan kecil ini, sesekali kepalanya menengadah kelangit yang semakin kelam termakan senja dan mendung, Lampu lampu kota mulai membias disetiap sudut jalanan yang mulai lenggang, Beberapa lampu penerangan rumah dari penduduk didaerah ini mulai terlihat menyala. Tak beberapa lama kemudian dari kejauhan serombongan wanita berseragam pabrik kayu lapis itu mulai berbondong bondong keluar. Buru buru Budi mengambil sepeda buntutnya yang ditaruh dibawah pohon mahoni lalu menuntunnya pelan sambil menatap serombongan wanita berseragam merah hitam karyawati Pabrik kayu lapis itu. Dari kejauhan seorang gadis ayu berambut hitam terurai mengenakan pakaian merah dan dipadu dengan rok hitam melambai kearah dirinya sembari setengah berlari kecil meninggalkan serombongan teman temannya. Wajahnya terlihat berseri seri dengan senyum manis dari bibir mungilnya.

” Hai Bud ” Sapa Yanti sambil mengikat rambutnya yang panjang itu.

Budi membalas dengan anggukan dan senyum simpul sambil menuntun sepedanya perlahan mengikuti langkah gadis itu.

” Tumben jemput…” Ucap Yanti pendek sambil melirik kearah Budi.

” kebetulan lewat daerah sini, sekalian ajak Mbak pulang..” Sahut Budi sambil memainkan rem stang sepedanya.

” Ooo Gitu yaa.. ” Ucap gadis itu lirih sambil merogoh kesaku baju seragamnya dan mengeluarkan beberapa butir permen.

” Nih buatmu…

Keduanya terlihat berjalan beriringan semakin jauh menelusuri jalanan kecil didaerah kota temanggung yang terkenal dengan hawanya yang sejuk itu. Sesekali tawa kecil terdengar menyeruak disenja yang mulai terlihat gelap oleh mendung itu.

” Mbak sepertinya mau hujan..! Ayooh naik sepeda saja… Ucap Budi merasakan beberapa tetes air hujan mulai jatuh dari langit.

” Uh!! Badan kerempeng gitu masak kuat nggenjot sepeda..” Ledek Yanti pada Budi.

” Ayoh cepetan..!! Sahut Budi sewot

” Yoo..

Yanti tersenyum sambil duduk miring disadel belakang sepeda ontel itu.

Ups! Budi mengayuh sepedanya cepat cepat agar tak oleng. Sepeda tua peninggalan ayah Budi itu menembus rintik hujan yang semakin deras melewati jalanan persawahan yang gelap dan sepi. Hujan mengguyur semakin deras membuat tubuh dan rambut keduanya terlihat basah kuyup, Budi semakin mempercepat laju sepedanya.

” Bud kita berteduh dulu saja..!! Basah nih..! Teriak gadis itu dari belakang punggung Budi sembari tangannya menunjuk kesebuah bangunan tak terpakai ditengah area persawahan itu. Dengan nafas tersengal sengal remaja kerempeng itu menyandarkan sepedanya dipagar bangunan tua tak terpakai itu. Ada sebuah lampu kecil menyala menerangi pelataran halaman bangunan itu. Yanti buru buru melompat dan berlari kecil menuju teras bangunan itu sambil mendekap tas kecil didadanya. Rambutnya yang hitam panjang terurai sebahu itu terlihat basah, Jemari lentiknya menyibakkan rambutnya berkali kali agar sedikit mengering. Yanti tersenyum geli menatap Budi yang terlihat menggigil kedinginan.

” Sini dong Bud..!!

Budi menoleh dan berdiri menatap sebentar kearah area persawahan yang gelap gulita itu sambil garuk garuk kepala. Lalu melangkah menghampiri Yanti dan duduk setengah jongkok disamping gadis itu sambil menatap wajah ayu mbaknya yang basah itu dengan bibir mencibir mengejek.

” Awas kamu yaaa..” Ucap Yanti sembari menjambak rambut Budi yang ikal itu. Keduanya lalu tertawa bersenda gurau dipelataran bangunan tua itu. Namun tawa ceria mereka seketika itu terhenti saat terdengar langkah kaki berat dari dalam bangunan tau itu menuju kearah mereka. Dua orang laki laki berwajah sangar telah berdiri dihadapan mereka berdua dengan tatapan tidak bersahabat. Yang satunya berkumis dan berambut panjang diikat kebelakang dan lelaki satunya lagi berambut cepak dengan lengan dan tangan penuh gambar tato. Bau aroma minuman beralkohol terasa menyengat saat kedua laki laki itu tertawa terkekeh kekeh melihat wajah Budi dan Yanti yang terlihat ketakutan. Buru buru Yanti membetulkan roknya saat menyadari pahanya yang putih mulus itu dilirik oleh kedua lelaki itu.

” Hei adik manis..kenapa berteduh diluar?? Ucap lelaki berkumis itu dengan nada ramah sambil menghampiri kearah mereka berdua.

” Gak saja Bang.. kita mau segera pulang kok..” Ucap Budi menolak dengan senyum was was sambil memegang tangan Yanti mengajaknya berdiri.

” Ayoh masuk kedalam saja..He..He..!! Ucap lelaki berambut cepak itu sembari berjalan sempoyongan mendekati Yanti dan Budi, sambil berusaha menarik tangan Yanti agar ikut masuk kedalam.

” Tidak Bang..” Sahut Yanti lembut sambil mengibaskan tangannya.

‘ Ayoh Mbak kita pergi saja dari sini..!! Bisik Budi sambil menarik cepat cepat tangan Yanti melangkah menuju kearah sepedanya yang sedang diparkir disamping bangunan itu.

Namun langkah mereka terhenti ketika tangan kekar lelaki berambut gondrong itu memegang erat erat tangan Yanti.

” Mau kemana anak manis… Ucap lelaki mabuk itu dengan tawa terkekeh kekeh melihat keduanya ketakutan.

” Mau pulang Bang..” Sahut Budi dengan suara gemetar.

” Ayoh masuk saja!!! Ucap lelaki itu lagi sambil memaksa menarik tangan Yanti hingga setengah terseret memasuki bangunan itu.

” Aduuuh jangaan..!! Aku mau pulaaang..!! Jerit Yanti ketakutan ketika lelaki mabuk itu mulai kurang ajar.

” Wow cantik banget Bos..!!! Teriak lelaki itu saat melihat wajah ayu Yanti terkena cahaya sinar lampu itu.

” Paksa saja Jon..!!! Sahut lelaki satunya.

” Jangaaan Bang…Sahut Budi sekuat tenaga menarik tangan Yanti agar terlepas dari genggaman tangan lelaki mabuk itu.

Plaak!!!! Suara tamparan dan pukulan keras mendarat dikepala bagian belakang Budi

Seketika itu juga mendadak kepala Budi terasa terhantam benda keras dan tatapannya menjadi gelap dan tak ingat apa apa lagi. Lelaki berambut cepak itu memukul kepala Budi dengan sangat telak hingga pingsan seketika ditempat itu.

Hawa dingin dan rasa pening begitu terasa dikepala Budi, sayup sayup remaja itu mendengar tawa orang terkekeh kekeh dan benturan gelas berisi minuman beralkohol itu beradu. Budi baru menyadari jika dia baru saja pingsan dan kelopak matanya terasa berat untuk dibuka. Dari sudut ruangan itu terdengar suara tangis sesenggukan dari Yanti saudara sepupunya. Budi terperanjat lalu berusaha bangun dan duduk dilantai marmer itu dengan badan genetar, Rasa pening akibat pukulan itu masih terasa sakit. Dari tengah ruangan itu Yanti sahabatnya terlihat tengah duduk ketakutan disebuah kursi kayu. Ruangan berukuran 5×6 meter itu terlihat kumuh dengan kertas kertas koran yang berserakan dan sampah sampah bekas, ada 3 orang laki laki dalam keadaan mabuk berat, rata rata mereka berumur sekitar 40 tahunan. Budi berusaha memulihkan kesadarannya dengan mengusap usap kelopak matanya. Namun dirinya yang terbilang masih remaja itu tak punya nyali untuk berbuat apa apa lagi saat melihat para lelaki mabuk itu terlihat sangar sangar.

” Lepaskan aku… Aku mau pulaaang…Ucap Yanti memelas dan memohon, Wajahnya terlihat pucat dan ketakutan saat lelaki berkumis itu menghampiri dan mencolek dagunya.

Lalu tawa terkekeh kekeh dari ketiga lelaki mabuk itu terdengar diruangan tak terpakai itu, Tubuh ketiga lelaki itu terlihat sempoyongan dengan bau alkohol menyengat dari mulutnya.

” Ehm..baumu wangi sekali cah ayu..he..he..Ucap lelaki berkumis itu sambil mencolek dan mencium wajah Yanti dengan penuh nafsu.

” Ups!!! Yanti buru buru memalingkan wajahnya menghindari ciuman laki laki mabuk itu. Namun lelaki itu justru semakin kurang ajar, Tangan lelaki itu menggerayangi pahanya dan menyingkap roknya hingga pahanya yang putih mulus dan celana dalam milik gadis ayu itu terlihat.

” Kuraaang ajaaar kamuu!!! Spontan Yanti menjerit kaget sambil berusaha menutup kembali roknya yang tersingkap itu. Namun tangan kekar lelaki itu menahannya sambil menjambak rambutnya dengan kasar hingga kepala Yanti terdongak keatas, raut wajah lelaki itu terlihat geram.

” Hei!! Bisa diaam tidaak Haah!!! Bentak lelaki itu marah mendapat perlawanan dari gadis ayu itu.

Yanti menatap wajah lelaki itu ketakutan bibirnya bergetar kedua bola matanya berkaca kaca mendapat perlakuan kasar seperti itu. Tanpa permisi lagi lelaki itu kembali meraba raba paha mulusnya dengan penuh nafsu, Air mata Yanti mulai menetes membasahi kedua pipinya. Gadis itu sangat ketakutan dan tak berani melawan ketika lelaki berkumis itu menciumi wajahnya yang bersih dan ayu itu.

Ehhmm!!! lelaki itu dengan penuh nafsu menciumi wajah dan leher yanti dengan nafas menggebu. Kedua lelaki lainnya menyaksikan ulah lelaki berkumis itu sambil berdiri disamping kursi tempat duduk Yanti. Sesekali tawa terkekeh kekeh ketiganya menyeruak dikesunyian malam itu. Yanti berusaha menahan perlakuan tidak senonoh itu sambil menggigit bibirnya dan memalingkan muka disandaran kursi kayu itu.

” Ooooh!!! Yanti sontak kaget ketika tangan lelaki itu berusaha menyusup lebih kedalam rok seragamnya hingga menyentuh celana dalamnya, lalu mengusap usap lembut celana dalam yanti sambil menciumi pahanya bagai singa yang kehausan.

” Sudaaah….toloooong!!! Jerit Yanti tak tahan diperlakukan seperti itu Namun lelaki berkumis itu tak mempedulikan jeritan lirih gadis ayu itu justru nafsunya semakin memuncak melihat tubuh gadis ayu itu menggelinjang gelinjang. Yanti menjerit njerit histeris dan meronta ronta sekuat tenaga tubuhnya yang bahenol itu menjadi bulan bulanan para lelaki mabuk itu. kedua lelaki lainnya meremas remas kedua buah dadanya dengan ganasnya, sementara lelaki berkumis itu memainkan alat vital milik yanti dari balik celana dalamnya.

Toloooong!!!! Jerit Yanti ditengah suara paraunya berupaya melepaskan diri, dan tanpa pikir panjang lagi dengan sekuat tenaga kedua kakinya menendang tubuh lelaki berkumis itu hingga terpelanting dilantai. Yanti tak menyia nyiakan kesempatan untuk membebaskan diri sambil merangkak berusaha lari meninggalkan tempat itu. Namun kedua lelaki lainnya justru memeluk tubuhnya dan dengan kasar membanting tubuh Yanti  bergumul dilantai yang kotor itu dengan diiringi suara jeritan jeritan histeris Yanti ditengah pergumulan tak seimbang itu..

Tolooong!!! Buuuud!!! Jeritan Yanti terdengar menyayat melirik kearah Budi yang berada disudut ruangan itu, Budi sendiri tak kuasa berbuat apa apa , remaja itu hanya hanya menatap bengong kearah Yanti yang berjuang mempertahankan harga dirinya. Budi menyaksikan pemandangan memilukan dari sudut ruangan itu dengan perasaan iba, tubuhnya yang kerempeng meringkuk disudut ruangan itu dengan tubuh gemetar ketakutan.

Ditengah malam yang semakin kelam dan larut itu hujan semakin deras menghantam atap seng menelan suara jeritan Yanti yang memilukan. Ketiga lelaki itu memegangi erat erat tubuh yanti dan berusaha melepas satu persatu pakaian yang dikenakan gadis ayu itu. walau berusaha memberontak sekuat tenaga namun akhirnya perlawanan Yanti kandas juga ditangan ketiga lelaki teler itu. Tubuhnya yang sexy dan putih mulus itu tertelungkup dilantai dengan tubuh telanjang bulat tanpa sehelai benangpun menutupi setiap lekuk tubuhnya, disekitarnya terlihat berserakan pakaian dan celana dalam serta BH miliknya, kedua pantatnya terlihat bulat dan bersih hingga Ketiga lelaki itu seketika terpana dengan mata melotot menyaksikan pamandangan menakjubkan itu. Yanti menangis sesenggukan sambil tertelungkup dilantai hatinya begitu hancur dan tatapannya kosong menatap sembab lantai kotor diruangan itu sementara para lelaki mabuk itu berdiri mengitari sambil menatap tak berkedip tubuh molek milik gadis ayu itu.

Budi yang berada disudut ruangan itupun ikut tercengang menatap tubuh telanjang milik Yanti saudara sepupunya. Dia tak menyangka jika bisa melihat bagian bagian kewanitaan milik saudaranya yang cantik itu. Padahal sebagai seorang laki laki Budi terkadang hanya berani mengintip saat tak sengaja celana dalam Yanti terlihat saat duduk ataupun turun dari sepeda. Walau begitu remaja itu tak tega melihat keadaan saudaranya yang diperlakukan secara kejam oleh ketiga lelaki itu. Namun apa daya dirinya tak sanggup untuk menolong apalagi melawan para lelaki berbadan kekar itu.

” Ayoo Bang!!! Buruaaan!! he..he.. Ucap lelaki berambut cepak itu kepada lelaki berkumis.

” Eh..iyaa..” Sahut lelaki berkumis itu gugup, lalu buru buru melepas semua pakaiannya hingga telanjang bulat dengan badan kekar penuh tato, sementara ditengah selangkangan kontolnya yang panjang dan besar itu terlihat tegak berdiri dan keras berotot dipenuhi dengan rambut lebat disekitarnya, kepala kontolnya terlihat mengkilat terkena sinar lampu diruangan itu. Lelaki lainnya tertawa terkekeh kekeh menyaksikan tubuh telanjang temannya sambil menenggak minuman yang tersisa.

 Yanti merasakan lemas dan lelah saat tubuhnya yang molek itu dibopong ketiga lelaki itu dan didudukan kembali kekursi kayu. Tanpa mampu bisa menjerit lagi Yanti membiarkan saja tubuhnya yang putih mulus itu menjadi tontonan ketiga lelaki mabuk itu. Gadis ayu itu terkulai pasrah dikursi dengan tubuh lemas kedua buah dadanya terlihat menggantung indah dengan putingnya sebesar biji kacang, sementara kemaluan gadis ayu itu terlihat bersih dan ditumbuhi rambut rambut halus disekitarnya. Lelaki berkumis itu lalu mengelus elus lembut buah dada indah itu dan meremasnya pelan dengan penuh nafsu.

Ooooh…!!! Yanti tersentak merasakan buah dadanya yang indah dan belum pernah terjamah oleh lelaki manapun itu menjadi barang mainan lelaki mabuk itu. Lelaki itu mengelus elus kaki Yanti dan meletakkan disisi kursi kayu itu hingga mekakang.

Woww!!!! ketiga lelaki mabuk itu berdecak kagum menyaksikan bagian kemaluan milik Yanti.  Budi terlihat hanya mampu menatap dari kejauhan tubuh saudaranya yang cantik itu dengan meringkuk disudut ruangan itu.

Siapa duluan nih?? Ucap lelaki berkumis itu.

kamu duluan aja bang!!! Sahut kedua temannya bersamaan diiringi tawa terkekeh kekeh.

Ayo gadis manis layani abang yaa..he..he !!

Cuuh!!! Yanti meludahi wajah lelaki itu dengan wajah menahan amarah besar.

Plaak plak!!! Asuuu kamu!!! Teriak lelaki itu marah sambil menampar berkali kali wajah Yanti hingga terkulai disandaran kursi itu. Saat itu Yanti benar benar ketakutan untuk berbuat apa dan berteriak lagi, wajahnya terasa perih mendapat tamparan dari lelaki itu hanya tangis yang menyayat terdengar dari bibir mungil Yanti.

Dengan menahan sakit dan ketakutan Yanti membiarkan saja ketika kedua pahanya yang putih mulus itu dilebarkan dikursi kayu itu. Sambil setengah jongkok lelaki itu memperhatikan bibir kemaluan Yanti yang masih rapat dengan rambut rambut halus disekitarnya. lalu jemari lelaki itu memegang kedua bibir kelamin Yanti dan melebarkannya hingga kelentit dan vagina milik Yanti yang masih virgin itu terlihat.

Bagus banget Bang barangnya!!! Teriak lelaki berambut cepak itu kagum memperhatikan bentuk kemaluan gadis ayu itu.

Aroma vagina gadis ayu itu terasa dihidung lelaki berkumis itu membuat nafsu lelaki itu bergejolak hebat sambil mendekatkan hidungnya kedekat vagina dan kelentit berwarna merah muda milik Yanti, sesekali lelaki itu memperhatikan wajah ayu Yanti yang terkulai disandaran kursi kayu itu sambil menatap kosong atap ruangan itu. Tanpa basa basi lagi lelaki berkumis itu menjilati dan menghisap isap vagina serta kelentit yanti dengan penuh nafsu.

” OOuucH!!! Aduuh!! Jerit Yanti lirih dengan tubuhnya yang mungil sesekali mengejang ejang tak kuasa merasakan bagian yang sangat sensitif diperlakukan seperti itu.

” Srruup!! Sruup!! Ehm…!! Mulut lelaki itu dengan buas menghisap hisap bagian kelentit rasa asin dari lendir yang keluar dari bibir vagina gadis ayu itu membuat rasa nikmat yang semakin memuncak bagi lelaki berkumis itu..

” Gantian dong Bang…” Rengek kedua temannya tak tahan melihat kemaluan Yanti yang bersih dan putih mulus itu.

kedua lelaki lainnya segera berebutan menjilati dan menciumi kemaluan Yanti tanpa ampun lagi. Dengan kasar keduanya bergantian menjilati vagina yang masih virgin itu, Sementara lelaki berkumis itu berdiri meremas remas dan melintir puting susu Yanti sambil mengelus elus kontolnya

Ayooh Bang..Tembak cepetaan..!!! Ucap lelaki berambut cepak itu sambil memegangi kedua tangan Yanti kuat kuat. Keduanya telah puas menjilati vagina gadis ayu itu dan mempersilahkan lelaki berkumis itu untuk segera menyetubuhinya.

Tatapan mata lentik gadis itu mendadak terasa nanar mulutnya terasa tersekat, mahkota kewanitaan yang sangat dibanggakan dan dijaganya itu akan direnggut paksa oleh lelaki biadap itu. lelaki berkumis itu terlihat tak sabar lagi mengarahkan ujung kontolnya kelubang kenikmatan milik gadis ayu itu. Sambil membuka lebih lebar kedua paha yanti lelaki itu menekan perlahan ujung kontolnya agar bisa masuk kelubang kenikmatan itu.

” Aoouhhh!!!!! Yanti menjerit kaget merasakan ngilu dilubang kewanitaanya saat Kontol lelaki berkumis yang besar dan panjang itu menekan masuk.

” Sempit banget barangmu cah ayu..he.he.. Ucap lelaki berkumis itu memperhatikan ujung kontolnya kesulitan memasuki lubang kenikmatan itu. lalu lelaki itu kembali menekan nekan kembali batang kontolnya agar bisa memasuki lubang kenikmatan itu sambil memegangi kedua paha mulus Yanti. Seketika itu kedua kaki mulus yanti mengejang kuat disertai jeritan lirih dari bibir mungil Yanti batang kontol yang panjang dan besar itu ambles kedalam lubang kenikmatan itu hingga merobek selaput daranya.

”Oooooouch..!!! Lenguhan nikmat lelaki berkumis itu terdengar menggema diruangan itu, Kontolnya terlihat menancap dan ambles kedalam lubang vagina gadis ayu itu. Kedua temannya menyaksikan dengan mata tak berkedip pemandangan dramatis itu. Perlahan lelaki berkumis itu menarik batang kontolnya dan memasukan kembali disertai rasa nikmat yang luar biasa hingga kedua mata lelaki berkumis itu merem melek.

Ooouh Mphh!!! Lelaki berkumis itu mengerang lirih merasakan nikmat yang luar biasa. Perlahan lahan lelaki itu menarik batang kontolnya dan memasukkannya kembali, dan dilakukan berkali kali hingga kontol lelaki itu terlihat keluar masuk dilubang kewanitaan milik gadis ayu itu. Sesekali tubuh Yanti yang bahenol itu tersentak sentak mengikuti irama genjotan lelaki itu. Rasa ngilu dan perih tak dirasakan lagi oleh gadis ayu itu saat pandangannya kabur dan tak sadarkan diri diantara sayup sayup suara lenguhan nikmat lelaki berkumis itu.

” Ooooouch..Ooooouch..Mppprth..!!!!! mendadak lelaki berkumis itu melenguh panjang dan kedua matanya terpejam dengan kepala mendongak sambil buru buru mencabut kontolnya dari lubang vagina itu dan bersamaan ujung kontolnya menyemprotkan cairan putih kental berkali kali hingga membasahi perut Yanti dan wajah gadis ayu itu.

Lelaki berkumis itu mendadak terkulai lemas diatas tubuh Yanti yang duduk mekangkang dikursi kayu itu. Nafasnya tuanya terdengar terputus putus terhembus dipayudara gadis ayu itu. Yanti terlihat sudah tak sadarkan diri ketika lelaki lainnya mendekati dan mengarahkan ujung kontolnya kevagina miliknya.

Budi tersadar ketika ruangan itu telah hening dan hanya suara katak ditengah persawahan itu terdengar saling bersahutan. Ketiga lelaki mabuk itu sudah meninggalkan tempat itu setelah melampiaskan napsu bejatnya secara bergiliran. Dengan kepala masih terasa pening remaja itu berusaha bangkit dan berjalan tertatih tatih menghampiri dan berusaha menolong saudara sepupunya yang terkulai dikursi ruangan itu.

Seketika Budi berdiri tertegun dan terkesima menyaksikan Yanti sahabatnya yang ayu itu tengah pingsan dengan tubuh telanjang bulat tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya. Mata Budi tak berkedip melihat pemandangan indah yang belum pernah disaksikan seumur hidupnya. Yanti saudaranya yang cantik itu terkulai dikursi dengan kedua kaki mulusnya mekangkang tersandar dikursi kayu. Tubuhnya terlihat bahenol dan putih mulus, Sementara buah dadanya yang masih ranum itu terlihat menggantung indah didadanya. Budi yang masih berumur belasan tahun jantungnya berdebar debar saat melihat bagian kemaluan  milik Yanti ditumbuhi rambut rambut halus itu. lubang vaginanya terlihat menganga sementara kelentit kewanitaan milik gadis ayu itu terlihat merah. Beberapa ceceran lendir sperma terlihat membasahi lantai dan perut Yanti yang masih tak sadarkan diri itu, Budi melepas kaos yang dikenakannya dan melap ceceran sperma diperut milik saudara sepupunya hingga bersih.

Dengan setengah setengah jongkok Budi mengamati dengan seksama lekuk tubuh dan bagian bagian kewanitaan yang belum pernah dilihat seumur hidupnya itu. Gadis ayu itu tak juga sadarkan diri saat pikiran remaja itu sudah dirasuki nafsu menyaksikan pemandangan yang mengundang hasrat birahi itu. Pikirannya begitu berkecamuk antara hasrat yang memuncak dan rasa kasihan terhadap saudara sepupunya  itu. Namun hasrat birahi remaja itu sudah benar benar tak terbendung. Sambil memperhatikan lebih seksama lagi kearah Yanti yang masih tak sadarkan diri itu, akhirnya tanpa ragu ragu lagi Budi melepas celana dan pakaiannya  hingga telanjang bulat didepan gadis ayu itu. Tanpa pikir panjang lagi remaja itu mengarahkan ujung kontolnya yang sudah ereksi itu kearah lubang vagina yang menganga. Lalu menekannya pelan hingga batang kontolnya masuk kelubang kenikmatan milik gadis itu.

Ooooouccch!!!!!! Remaja itu melenguh lirih merasakan nikmat yang belum pernah dirasakannya itu. Lubang vagina Yanti terasa lembut dan hangat hingga kedua bola mata Budi merem melek saat menarik dan memasukan kembali kontolnya dilubang kewanitaan itu. Gadis ayu itu terlihat seperti patung tak merasakan apa apa dengan apa yang diperbuat Budi saudaranya itu. Sedangkan Budi begitu menikmati dan penuh nafsu nafasnya memburu. beberapa menit kemudian Budi mulai terlihat lihai menggenjot kontolnya hingga rasa nikmat semakin memuncak ketika mulutnya tak sadar mengerang seperti anak kecil.

Oooooouuh..Mpphhh!!! Aaaah!!! Seketika itu Matanya terbelalak dan pantatnya mengejang hebat bersamaan dengan itu ujung kontolnya menyemprotkan sperma dengan dahsyat didalam lubang vagina milik Yanti.

Tubuh Budi mendadak terasa lemas dan segera mencabut perlahan kontolnya dari lubang kemaluan Yanti, Kontolnya terlihat penuh lendir saat keluar dari lubang itu. Kemudian terkapar dilantai dengan perasaan puas sesaat kemudian budi buru buru memakai celana dan bajunya kembali, Sambil memperhatikan wajah Yanti yang tetap saja tak sadarkan diri itu.

” Untung saja Yanti tidak buru buru sadar…” Gumamnya sambil tersenyum puas.

Sudah hampir satu jam berlalu gadis ayu itu tak juga sadarkan diri, Budi mulai curiga saat Yanti terlihat tidak bernafas lagi. Wajahnya terlihat mulai sayu dan kulit tubuhnya dingin, Remaja itu mulai ketakutan dan panik saat memperhatikan leher gadis ayu itu ada bekas cekikan tangan.

Lamunan Budi tersentak ketika sipir penjara itu membuka pintu sel lembaga pemasyarakatan dimana remaja belia itu menjalani hukuman selama 12 tahun didalam rutan itu, remaja itu dituduh melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap gadis tetangganya sendiri. Walau remaja itu telah menyangkal telah melakukan pembunuhan namun bukti bukti di TKP menunjukan bahwa tak ada tanda tanda orang lain didalam bangunan itu seperti yang diceritakan Budi. Cerita bukti tentang ceceran sperma dan beberapa botol minuman keras dari ketiga lelaki diruangan bangunan itupun tak ada sama sekali. Entah mana yang benar, Hanya remaja itu yang tahu.

3 Komentar»

  anakzaman wrote @

Lumayan bisa buat tombo ngantuk..

  fantasia wrote @

dongeng sebelum tidur…

  prayits wrote @

masak sich?????


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: