KISAH NYATA PORNO

SUNGGUH SUNGGUH TERJADI, TENTANG APA YANG PERNAH TERJADI DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI

TENTANG CINTA DIDUSUN

Semerbak harum pagi terasa menyejukan badan saat jendela terbuka didepan hamparan daun ilalang yang tegak menyambut datangnya mentari. Segelas teh manis tertuang disebuah cangkir kecil dari tanah liat dengan beberapa butir gula batu. Damainya pagi didusun Nglipar wonosari gunung kidul sebuah desa yang tenang dari hiruk pikuk dan semrawutnya hidup. Beberapa penduduk terlihat berkerudung sarung merasakan mimpi mimpi yang telah pudar menjadi kenyataan yang sesungguhnya. Rian menengguk segelas teh poci panas bikinan ibu lurah pemilik rumah tempat mahasiswa itu melaksanakan kegiatan KKN. Rasanya kehidupan dusun ini sudah mulai menyatu dengan jiwanya yang tengah jenuh dengan pemikir pemikir yang selalu menekan otaknya. Sudah hampir duaBulan Rian tinggal dan mengabdikan diri didusun ini bersama lima orang temannya. Hari itu 25 Maret 2003 merupakan kenangan yang tak pernah terlupakan oleh Rian hingga sekarang.

” Rian nanti aku sama winda mau keyogya yaa..? Ucap Nugroho mengejutkannya.

” Lho?? katanya cuma winda doang yang mau turun??

” Iyaa tapi aku juga mau sekalian ambil duit diATM…” Sahut Nugroho sambil menyerobot teh poci dari tangan Rian.

” Yah..terserah deh..”

” Ok Bos..” Ucap Nugroho menutup jaket tebalnya dan menenteng helm lalu membuka pintu kayu itu lebar lebar.

Sebuah sepeda motor Honda Tiger dikeluarkan dari dalam rumah itu dari belakang Winda mengikutinya sambil membawa tas ransel berisi pakaian pakaian kotor lalu meletakan disamping jok sepeda motor itu. Winda mahasiswi asal Palembang itu terlihat senyum senyum melihat Rian yang tengah mengusap usap tubuhnya menahan hawa dingin pagi. Sementara dari dalam Vera dan Astrid tergopoh gopoh sambil membawa tas plastik hitam berisi beberapa potong baju kotor kepada Winda.

” Nitip dong…”

” Iyaa.. Sini dicantelin disini..” Ucap Nugroho dengan logat jawanya.

” Ntar sekalian bawain snack yaa..he.he..”

” Enak aja…” Sahut Winda sembari naik ke jok belakang montor itu sambil mencibir kearah Vera dan Astrid.

Beberapa saat sepeda motor yang dikendarai kedua mahasiswa itu melaju pelan lalu belok disebuah tikungan dan menghilang dari pagi yang damai ditempat itu. Rian berdiri termenung dari balik jendela menatap kedua teman KKNnya itu, Vera mahasiswi asal Semarang itu mendekapkan tangan dipundaknya merasakan hawa dingin pagi yang berhembus. Tubuhnya yang kurus kering itu seperti tinggal tulang belulang saja, apalagi dengan rambutnya yang keriting dan kulitnya yang agak gelap tak sedikitpun terlihat menarik bagi Rian. Lain halnya dengan Astrid mahasiswi asal kota Solo ini memang seorang model dan merupakan mahasiswi tercantik dikampus. Rian tertegun sejenak memperhatikan Astrid yang saat itu mengenankan celana jeans pendek dengan kaos street merah, Kedua kakinya terlihat putih mulus dan indah dipandang mata belum lagi dengan senyum lesung pipitnya yang menawan membuat banyak teman lelaki dikampus yang tergila gila dengan kecantikan mahasiswi ini. Astrid mengambil sebuah bangku kecil lalu duduk menghadap mentari yang mulai mengintip dari sela sela pepohonan. Rambutnya yang hitam panjang itu terlihat serasi dengan body tubuhnya yang sexy dan putih mulus, kedua buah dadanya terlihat menonjol dari balik kaos streetnya menggugah setiap lelaki yang memandangnya untuk berdecak kagum. Rian tak berkedip menatap Astrid yang tengah duduk dikursi kayu sambil menekuk kedua kakiya yang indah kedadanya.

” Apaan sich!!! Ucap Vera menabok pundak Rian keras keras.

” Kayak nggak pernah lihat cewek aja…”

” Huh..ganggu aja kamu…” Sahut Rian sewot setengah malu sambil pergi mennggalkan vera yang tertawa cekikikan. Astrid dari kejauhan ikut tersenyum sambil menggelengkan kepala menyaksikan teman temannya bercanda.

Rian dengan langkah malas keluar kamar sambil membawa handuk kecil menuju kamar mandi dibelakang rumah itu. Kamar mandi kuno itu terlihat kokoh dengan bangunan tembok yang tebal disebelahnya sebuah sumur tua dengan air yang terkadang habis oleh kemarau panjang. Rian lalu menutup pintu kamar mandi dari kayu lapis tersebut sambil bersiul siul menyanyikan lagu asal daerahnya, celana kolor serta kaosnya ditaruh diatas jendela pintu lalu mencelupkan kedua tangannya merasakan dinginnya air dibak mandi besar itu .

” Ehm Astrid memang cewek yang luar biasa cantik..” Gumam Rian dari dalam kamar mandi itu. Tubuhnya yang kekar dan atletis itu terlihat sedikit menggigil sambil mengelus elus penisnya hingga tak terasa ereksi dan tegak bagai tongkat perseneling terpengaruh oleh kecantikan dan tubuh sexy Astrid. Sambil mengocok penisnya perlahan dengan sabun Rian merasakan nikmat sambil berfantasi dengan Astrid.

” Siapa didalam yaaa???

” Aku kenapa?? Sahut Rian terkejut.

” Hey..cepetan dong..aku kebelet nih!!! Teriak Vera mengejutkan Rian yang tengah asyik mengelus elus penisnya.

” Sebentarrr!!! Sahut Rian sewot dari balik pintu kamar mandi itu.

” Iyaa nih..aku juga nggak tahaan..” Ucap Astrid yang ikut ikutan kebelet untuk pipis sambil menggedor nggedor pintu kamar mandi yang terbuat dari kayu itu.

” Sabarrr ya Non..” Sahut Rian menggoda sambil bersiul siul mengejek.

” Rasainin loh…” Gumam Rian dalam hati sambil tersenyum melihat dua temenya menggedor nggedor pintu kamar mandi itu.

” Cepetaaan dong..udah kebelet banget nih!!!

” Braaak!!! Pintu kamar mandi itu tanpa terduga terbuka mengejutkan Rian yang sedang telanjang bulat dengan penisnya yang tengah ereksi itu. Kedua gadis itu tak menyangka jika pintu kamar mandi itu bisa terbuka dan seketika itu tersentak kaget melihat tubuh atletis Rian bugil dengan penisnya yang sedang ereksi itu.

” Ihhh!!!! Keduanya menjerit histeris diantara malu dan kekaguman menyaksikan penis Rian dengan batang penis yang berotot dan ditumbuhi rambut lebat disekitar batang penisnya. Tanpa pikir panjang Kedua gadis itu lalu berebutan masuk tak tahan dengan perutnya yang terasa sakit menahan kencing tanpa mempedulikan Rian yang terbengong bengong merasakan malu yang luar biasa sambil menutupi penisnya dengan kedua tangannya menyaksikan kedua gadis itu buru buru jongkok dan mengeluarkan air kencing didepan Rian tanpa malu malu lalu bergantian cebok.

” Ihhh Mas Rian burungnya jelek!! Ucap Vera sambil membetulkan dasternya dan tersenyum dengan wajah memerah menahan malu.

” Eit!!! Pada mau kemana?? Ucap Rian buru buru memegang tangan Vera.

” Emang kenapa?? Mau ngajak mandi bareng?? Sahut Vera menantang.

” Siapa takut?? Sahut Astrid sambil tersenyum berjalan keluar dan mengambil handuk lalu menutup pintu kamar mandi itu rapat rapat.

” Apaaa???? Gumam Rian dalam hati saat melihat Vera tanpa malu malu  melepas dasternya beserta BH dan celana dalamnya.

Rian tak mempercayai dengan apa yang terjadi saat itu saat menyaksikan tubuh kerempeng Vera yang bugil itu. Matanya tertuju pada kemaluan Vera yang ditumbuhi rambut rambut lebat diantara pinggul dan kedua kakinya yang kurus itu. Buah dadanya terlihat tipis dengan pentilnya yang coklat. Lain halnya dengan Astrid yang hanya terdiam disudut kamar mandi tanpa sempat membuka baju berdiri terpana memperhatikan tubuh bugil vera yang kerempeng itu.

” Lho..kenapa pada diam??..ayoo mandi.. ” Ucap Vera dengan cuexnya lalu mengguyurkan air ketubuhnya, Rian tanpa malu malu lagi ikutan mengguyur tubuhnya dengan segayung air, penisnya terlihat ereksi tegak dan keras. Sesekali Vera dan Astrid melirik kearah penis Rian yang besar dan panjang itu.

” Sini aku sabunin kamu..” Ucap Vera sambil mengusap usap sabun ketubuh Rian dengan lembut. Keduanya terlihat saling mengusap usap sabun sambil merasakan setiap sentuhan yang membuat keduanya semakin lupa diri.

” Ohh!! Rian tersentak kaget saat tangan Vera memegang penisnya dan mengusap usap dengan sabun.

” Enaak??

” Iyaaa..teruuss Ver..” Sahut Rian dengan terbata bata.

” Tak kocokin yaaa…”

” Iyaaa..Ouhh!! Rian melenguh lirih ketika jemari tangan Vera dengan kasar mengocok penis Rian berkali kali hingga tubuhnya sesekali mengejang merasakan nikmat yang luar biasa. Tangan Rian meraba kemaluan Vera yang ditumbuhi rambut lebat itu dan memasukan jemarinya kedalam vagina Vera.

” Ouh!!

” Teruuuusss..Ouh..!! Ucap Vera merasakan nikmat sambil memeluk erat erat tubuh Rian.

Kedua pelajar itu telah lupa diri dengan perilaku seks bebas yang terjadi didalam kamar mandi itu. Sementara Astrid hanya tercengang disudut kamar mandi itu menyaksikan ulah kedua temannya yang seperti kerasukan setan saling merintih dan mendesah.

” Aduhh!!! Pelan pelan dong!! Ucap Vera sambil membelakangi tubuh Rian dan membuka kedua kakinya.

” Ayooh coba masukin lagiii…”

” Oooh!! Ehm..!!! Rintih vera saat penis Rian perlahan masuk dan menancap lubang vaginanya.

” Ayooohh terussss Ouuuh!!!!

” Iyaaaaa…Ehm.!!! Sahut Rian sambil menggenjot tubuh Vera yang nungging membelakanginya. Kedua tangan Rian memegang erat erat pinggul Vera sementara kedua tangan gadis itu memegang bibir kamar mandi itu.

” Veraaaa Ouuhh..!!! Rintih Rian merasakan nikmat yang semakin memuncak. Gesekan demi gesekan dilubang Vagina Vera itu terasa lembut dan nikmat sekali, Sementara Astrid hanya berani menyaksikan ulah keduanya sambil sesekali mengelus elus buah dadanya yang montok itu.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: