KISAH NYATA PORNO

SUNGGUH SUNGGUH TERJADI, TENTANG APA YANG PERNAH TERJADI DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI

SUPRI

Tiang tiang penyangga kios dipinggir jalanan itu mulai terlihat rapuh termakan cuaca yang datang silih berganti antara panas dan hujan. Lembaran majalah dan koran terlihat bergantungan dan sesekali berkibas terhembus angin disisi penyangga bambu, Supri duduk termenung menatap ramainya jalanan disudut kios sambil sesekali tangannya yang lusuh mengusap usap rambutnya menahan terik merasakan gerah disekitar kepalanya. Supri remaja berasal dari Wonosari gunung kidul itu kini mencoba mengadu nasib dan peruntungannya dikota yogyakarta yang semakin penuh sesak oleh persaingan hidup. Meskipun begitu kerasnya kehidupan dikota besar ini tak membuatnya menyerah, Setiap hari Supri tetap sabar menanti pembeli yang menyempatkan datang kekiosnya yang terletak dijalan kaliurang km 7 . Kios kecil dari papan kayu itu merupakan tempat mencari nafkah sekaligus sebagai tempat tinggalnya sehari hari, Hidup sebatang kara tanpa saudara, Lelaki desa berambut keriting serta bertubuh pendek merupakan ciri khas Supri, dirinya sedikit minder dan rendah diri jika berhadapan dengan seorang wanita. Walau sebetulnya Supri sangat menginginkan bisa berhubungan dengan seorang wanita dan mempunyai seorang cewek. Supri sendiri mempunyai hoby yang sangat memalukan yaitu melakukan onani dan mengkoleksi gambar wanita wanita bugil, kelakuan cabul Supri memang sangat parah hampir setiap malam Supri selalu melakukan onani sambil melihat gambar wanita bugil saat malam telah larut dan semua tengah terlelap dalam mimpi. Supri menahan dingin sendirian dengan sebuah sarung kumal yang menutupi sekujur tubuhnya, Pikirannya melayang layang membayangkan wanita wanita bugil didalam khayalannya sembari tangannya mempermainkan kontolnya dan akhirnya ruangan kios itu terdengar desahan lirih dari mulut Supri ketika remaja ini mencapai klimaks dengan tubuh mengejang ejang sendirian. Tak heran jika Supri mempunyai kontol yang sangat besar dan panjang ini dikarenakan remaja cabul ini suka sekali merendam kontolnya diair teh yang diyakini bisa memperbesar alat kelamin laki laki.

Namun Supri ternyata beruntung juga tinggal dikios itu karena tepat dibelakang kiosnya ada sebuah bangunan rumah mewah dan modern yang dihuni seorang wanita cantik. Dewi namanya, umurnya baru genap 27 tahun namun karirnya terbilang bagus, Diusianya yang masih belia ini Dewi telah menduduki jabatan sebagai sekretaris direksi disebuah Bank terkenal dikota Yogyarta. Saat masih duduk dibangku kuliah Dewi merupakan seorang gadis model yang sangat cantik, Tubuhnya yang sexy dan putih mulus serta rambutnya yang hitam terurai sebahu membuat banyak laki laki disekitar daerah ini menjadi pusing tujuh keliling jika melihat kemolekan diri wanita muda ini. Bagaimana tidak wanita bertubuh molek ini sangat ramah dan murah seyum jika bertemu dengan siapa saja. Setiap pagi Dewi selalu melakukan senam disamping halaman rumahnya, dengan memaki kaos street merah dan celana jeans pendek kedua pahanya yang putih mulus itu terlihat sangat menggairahkan. Dan saat itu juga Supri diam diam mengintip dari balik celah kiosnya sambil tangannya mengocok kontolnya hingga klimaks dan sperma muncrat membasahi dinding kayu kiosnya itu. Setelah itu Supri tersenyum senyum sendiri seperti orang stress merasakan kepuasan setelah melakukan onani dengan tubuh terkapar tanpa celana.

Kemarin sore Dewi bertandang kekios koran miliknya, Dengan mengenakan busana atas coklat dan celana jeans, pantat wanita cantik ini terlihat nungging dengan pinggul yang sexy. Wajahnya terlihat bersih terawat dengan bibirnya yang sensual serta rambut terurai sebahu bagai seorang bidadari sesekali tersenyum manis diantara lesung pipitnya. Supri tentu saja dibuat pusing tujuh keliling saat menatap kecantikan dan tubuh sexy dewi yang sangat aduhai itu. Bagai sipungguk merindukan bulan Supri hanya bisa bengong seperti orang tolol saat wanita cantik ini menyapanya.

” Majalah yang baru mana Pri?? Ucap Mbak Dewi mengejutkannya.

” Eh..ini mbaak..” Sahut Supri gugup sambil buru buru menunjukan sebuah majalah terbaru.

” Oiya .. ” Ucap Dewi pendek sambil tersenyum

Lalu Dewi duduk dikursi kayu itu jemarinya yang lentik membolak balik majalah satu persatu, Payudaranya terlihat menonjol dibalik kaos coklatnya, kakinya yang bersih dan putih mulus itu membuat Dewi terlihat sempurna sebagai seorang wanita cantik. Tentu saja Supri diam diam curi curi pandang menatap bagian bagian tubuh Dewi sambil menelan ludah dan libido lelakinya terbawa hingga menggelora. Namun walau begitu Supri sangat menghormati dan segan terhadap wanita cantik ini disamping baik hati Dewi sering memberikan kerjaan tambahan seperti bersih bersih kebun ataupun mencuci mobil sedan miliknya. Tentu saja Supri sangat senang dan beruntung sekali bisa akrab dengan wanita cantik ini. Setiap malam minggu dipastikan banyak lelaki perlente dan bermobil mewah bertandang kerumah Dewi, Namun begitu tak satupun pria pria ganteng itu yang mampu menaklukan hatinya. Karena hati wanita cantik ini telah tertambat dengan seorang calon Dokter ganteng yang kini sedang melanjutkan Studynya diAustralia.

Siang itu cuaca sangat terik menyengat diantara hiruk pikuk laju kendaraan Supri duduk dikursi kayu sambil bersenandung kecil. Hari itu Selasa tanggal 22 September 1998 merupakan kejadian yang tak akan pernah dilupakan Supri selama hidupnya. Ketika sebuah mobil sedan honda Jazz warna biru metalic mengejutkan Supri didalam kiosnya. Seorang wanita cantik dengan seragam seorang sekertaris warna merah dan rok pendek keluar dari mobil itu dan buru buru menghampiri Supri.

” Supri aku minta tolong beliin Es teler didepan itu yaa.. ” Ucap Dewi sambil membuka sebuah dompet dan memberikan lembaran uang 50 ribuan.

” Iyaaa Mbak..” Sahut Supri mantap sambil tersenyum menatap Dewi.

Saat itu Dewi terlihat anggun sekali saat duduk dibangku kecil gerobak kayu itu, kedua kakinya yang putih mulus itu disilangkan sambil meletakkan sebuah handphone disampingnya. Sebuah kacamata hitam dilepasnya lalu tersenyum manis kearah Supri yang sejak tadi menatap wanita cantik itu tak berkedip.

” Gimana Pri..apa laris daganganmu? Ucap Dewi sembari mengambil sebuah majalah wanita dan memasukannya didalam tas kulit.

” Sepi Mbak..” Sahut Supri pendek sambil menggaru nggaruk kepalanya seperti orang bloon.
” Duh..!! kasihan kamu prii..” Ucap Dewi pendek sambil menatap jalanan padat didepannya.

” Ya udah Prii…aku masuk dulu yaaa…” Ucap Dewi melangkah gemulai masuk kedalam mobil lalu menghidupkan mesinnya. Dan mobil keluaran terbaru itupun perlahan bergerak memasuki halaman rumah mewah itu lalu berhenti didepan sebuah garasi dihalaman yang cukup luas itu.

Supri senyum senyum sendiri sambil menimang nimang uang lembaran 50 ribu pemberian Dewi. Lalu berjalan keseberang jalan kesebuah warung es teler membelikan pesanan es teler milik wanita cantik itu.

Beberapa menit berlalu Supri terlihat berjalan tergopoh gopoh dengan sebungkus plastik es teler titipan Dewi, Ada rasa tak enak hati pada wanita itu pasalnya antrian pembeli diwarung Es Teler seberang jalan itu ternyata cukup lama.

” Pasti Mbak Dewi kelamaan nunggunya nih..” Gumam Supri mempercepat langkahnya memasuki halaman rumah yang asri dan berkesan sejuk itu. Beberapa tanaman hias terlihat berjejer dan tertata rapi dipinggiran tembok bangunan itu, Langkah Supri terhenti disebuah pintu kaca, sambil melepas sandal buntutnya tangannya mendorong pintu itu agar sedikit terbuka.

” Permisi Mbak..ini es nya…” Ucap Supri sambil melongok kedalam ruangan rumah itu. Beberapa saat tak ada yang menyahut dari dalam rumah tersebut, Hingga berkali kali Supri memanggil nama wanita cantik itu namun tak ada sahutan dari dalam ruangan rumah itu.

” Mbak Dewi..ini Es nya!!! Ucapnya agak keras sambil mendorong pintu kaca itu agar terbuka dan tanpa berpikir panjang Supri memberanikan diri melangkah perlahan memasuki ruangan rumah itu. Hawa dingin Ac berhembus diruangan itu menyejukan tubuh Supri yang penat. Sebuah televisi besar 35inci terlihat mengisi ruangan ber Ac tersebut, beberapa saat Supri terkagum kagum dengan suasana ruangan yang cukup mewah dan modern itu.

” Mbak Dewi..ini esnya.!!! Ucapnya sekali lagi.

Tatapan mataSupri saat itu tertuju pada sebuah pintu yang sedikit terbuka disamping ruangan itu, dengan perasaan ragu Supri melangkah perlahan kearah pintu itu sambil melongokkan kepalanya kedalam ruangan itu. Seketika itu juga Supri tersentak dan terpana didepan pintu tatkala menyaksikan Dewi wanita cantik itu tengah tertidur kelelahan diranjang dan samasekali tak menyadari jika rok seragam kerja sekertarisnya tersingkap hingga celana dalam dan pahanya yang putih mulus itu terlihat. Seketika itu juga jantung Supri mendadak berdebar debar menyaksikan pemandangan indah yang tak pernah diduga sama sekali itu. Kedua matanya tak berkedip menyaksikan tubuh molek wanita cantik itu tergolek dengan kepala miring kesamping serta kedua mata lentiknya terpejam rapat, sementara celana dalam warna putih itu terlihat diantara kedua pahanya yang sintal dan putih mulus itu. Tanpa disadari kontolnya mendadak ereksi gara gara melihat celana dalam Dewi yang membuat gejolak libidonya menggelora. Sesaat Supri termenung sembari tangannya merogoh batang kontol dibalik celana kolornya. Tanpa berpikir panjang lagi Supri mengocok perlahan kontolnya dari balik pintu itu sambil merasakan nikmat oleh nafsu yang bergejolak hebat.

” Ehm kenapa aku tidak masuk saja..toh Mbak dewi tengah terlelap..” Gumam Supri sembari meletakkan sebungkus Es teler dilantai.

Dengan jantung berdebar debar kencang Supri melangkah perlahan lahan memasuki ruangan kamar berukuran 3×4 meter itu, ada meja rias dan sebuah ranjang dari besi yang modern terlihat sangat serasi. Dewi sama sekali tak bergeming dan tak menyadari kehadiran Supri didalam kamarnya itu, rasa lelah setelah seharian bekerja membuat nyenyak tidurnya. Sambil mengendap endap Supri menghampiri wanita cantik yang tengah tergolek diranjang itu dengan tatapan mata melotot penuh nafsu mengamati dengan seksama kedua paha yang putih mulus itu. Rasanya ingin sekali meraba dan menjilati seluruh tubuh milik Dewi, Hatinya sedikit ragu saat pikirannya mulai ngaco sambil memelorotkan celana kolornya hingga sebatas dengkul lalu tangannya mengocok kontolnya didepan Dewi.

” Ehm..Ouh..nikmat banget…” Gumam Supri dalam hati merasakan nikmat yang luar biasa.

Satu menit berlalu Supri merasakan titik klimaks dan spermanya dirasakan akan muncrat tanpa disadari terlontar lenguhan lirih dari mulut Supri yang membuat wanita cantik itu terbangun dan seketika itu langsung menjerit histeris melihat keberadaan Supri didalam ruangan kamarnya itu.

” Hey!! Supri!!! Apa yang kamu lakukan disiniii!!! ” Jerit Dewi histeris sambil bangun dari tidurnya.

Bagai disambar petir disiang bolong Supri terperanjat dan pontang panting balik kanan buru buru berlari ketakutan, Namun sungguh sial baginya kakinya terpeleset dan tubuhnya terpelanting dilantai hingga kepalanya terbentur keras didinding kamar itu. Bagai disiram air panas tubuh Supri kelojotan merasakan kepalanya yang sakit terbentur dinding kamar itu. Celana kolornya masih melorot sebatas dengkul sementara kontolnya terlihat masih ereksi besar dan panjang. Dewi tercengang menyaksikan ulah Supri sambil buru buru membetulkan roknya yang tersingkap lalu duduk disisi ranjang sembari memulihkan kesadarannya.

” Aduuuh!!! Teriak Supri kesakitan sambil memegangi kepalanya dan terlentang dilantai kamar itu. Batang kontolnya terlihat melemas dan tergolek diatas perutnya jembutnya terlihat tumbuh lebat diantara kedua kantung pelernya yang besar itu. Wanita cantik hanya duduk terbengong bengong tanpa mampu berucap sama sekali walau sebetulnya dia sangat marah sekali dengan kekurang ajaran Supri itu.

” Supri…supri..” Ucap Dewi lirih sembari menggelengkan kepalanya berkali kali melihat polah tingkah Supri yang sangat keterlaluan itu. Tapi apa daya jika saat itu Supri tengah terkapar kesakitan sedikit rasa iba muncul dari diri wanita cantik itu walau hatinya sebetulnya dongkol sekali. Sambil menari nafas panjang perlahan Dewi beranjak dari duduknya dan mendekati Supri yang tengah tergolek dilantai kamar itu, Sambil mengambil segelas air putih dari meja rias dan memberikanya pada Supri.

” Nih diminum dulu Pri…” Ucap Dewi lirih.

” Aduh…maafkan saya Mbak…” Sahut Supri dengan ditengah rasa sakit dan perasaan malu yang luar biasa.

Supri menengguk segelas air putih itu sambil duduk lemas dilantai tubuhnya gemetar ketakutan menatap wajah wanita cantik itu. Dewi kembali duduk disisi ranjang sambil menghela nafas panjang merasakan perlakuan Supri yang sangat melecehkan dirinya itu.

” Sebetulnya apa sih maksud semua ini??!! Ucap Dewi sedikit membentak.

” Maafkan saya Mbaak..” Sahut Supri lirih dengan kepala tertunduk, tangis Supri mulai terdengar terisak isak menahan takut dan malu dihadapan wanita yang selama ini telah baik dengannya itu.

Dewi menatap lama kearah Supri sambil berkali kali menghela nafas panjang, rasa iba kembali muncul saat melihat Supri menangis terisak didepannya.

” Apa yang tadi kamu lakukan Pri?? Ucap Dewi lirih.

” Saya hanya onani saja Mbak…” Sahut Supri terputus putus.

Dewi tertegun mendengar pengakuan Supri yang polos itu sambil berdiri dan menghampiri Supri yang tengah bersimpuh dilantai.

” Kasihan sekali kamu Prii..” Dewi kembali berucap sambil geleng geleng kepala tangannya yang lentik memapah tubuh Supri agar segera bangun dan berdiri dari lantai. Supripun menurut saja dan berdiri dihadapan wanita cantik itu dengan perasaan malu yang teramat sangat. Rasa sakit akibat benturan itu berangsur angsur pulih, kedua tangannya buru buru menarik celana kolornya yang melorot.

” Kamu tadi melihat celana dalamku?? Ucap Dewi dengan nada sedikit kesal.

” Iyaa Mbaak…” Sahut Supri lirih hampir tak terdengar.

” Ehm..Kasihan sekali kamu..” Ucap Dewi kembali mengeleng gelengkan kepalanya.

Tanpa pernah disangka sama sekali wanita cantik itu perlahan berdiri dan melepas seluruh pakaiannya hingga hanya memakai Bh dan celana dalam saja.

” Inikan yang ingin kamu lihat?? Ucap wanita cantik itu kepada Supri sambil meletakan seragam kerjanya diranjang.

” Oohh!!! Teriak Supri kaget saat melihat dan menyaksikan tubuh sexy dan putih mulus itu dihadapannya.

” Kamu puasss?? lihat ini pri?? Ucap Dewi

Dewi sangat iba melihat Supri yang sampai saat ini belum juga mempunyai calon pendamping seorang wanita. Sedangkan bagi wanita cantik itu Supri merupakan sosok laki laki yang lugu dan polos serta berperangai baik, Hal itulah yang membuat wanita cantik itu ingin memperlihatkan tubuhnya padanya, Hanya karena rasa iba dan kasihan melihat Supri yang hidup sebatang kara dan hari itu Dewi ingin menyenangkan Supri.

” Sekarang lakukan lagi disitu, awas! jangan mendekat..” Ucap Dewi pada Supri untuk melakukan onani lagi sampai puas.

Supri tertegun sesaat dengan wajah bengong menatap setiap lekuk tubuh Dewi yang sintal itu dihadapannya. Supri tak menyangka jika wanita cantik itu tidak marah tapi justru menyuruhnya melakukan onani lagi sampai puas.

” Mbak Dewi tidak marah…?? Sahut Supri terbata bata dengan jantung berdebar kencang,

” Tidak..lakukan disitu saja..” Ucap Dewi lirih.

Supri tak mau melewatkan kesempatan itu dan tanpa pikir panjang lagi buru buru memelorotkan celana kolornya, Tangan kanannya memegang batang kontolnya lalu mengocok sambil menatap tubuh Dewi yang sangat menggairahkan itu.Wanita cantik itu hanya diam saja dengan raut wajah memerah melihat kontol Supri yang besar dan panjang itu. Kepala kontol Supri mengkilat terkena cahaya lampu kamar dengan bulu jembut yang tubuh lebat, Dasar Supri tak punya rasa malu sesekali matanya merem melek merasakan gejolak hasrat lelakinya yang makin memuncak disertai lenguhan lenguhan lirih ketika klimaks semakin terasa. Dewi hanya berdiri membisu dengan hanya mengenakan Bh dan celana dalam saja sembari menunggu sampai Supri mencapai klimaks.

” Ayoh Pri..buat diri kamu puas…” Ucap Dewi pada Supri yang tengah mengocok kontol dengan penuh nafsu sambil sesekali tubuh Supri mengejang ejang nikmat.

” Ouh!!! Suara lenguhan nikmat Supri membuat hati Dewi justru semakin iba sambil menatap wajah Supri dengan kedua mata melotot tertuju pada tubuhnya.

” Awas kamu jangan mendekat yaa!!! Ucap Dewi dengan sedikit ragu ragu sambil melingkarkan tangannya kebelakang tubuhnya dan perlahan melepas kancing Bhnya hingga terlepas dan jatuh kelantai.

” Wow!!! Spontan Supri berteriak kaget menyaksikan buah dada Mbak Dewi yang sintal dan menggantung indah dengan kedua punting sebesar biji kacang itu.

” Kamu senang Pri..?? Ucap Dewi

Supri mengangguk pelan dengan tatapan mata tak berkedip, rasanya ingin sekali membelai dan meremas buah dada Dewi yang kenyal itu. Namun Supri sama sekali tak berani mendekat saat Dewi buru buru membentaknya.

” Hey!! jangan mendekat!! Bentak Dewi saat Supri ingin melangkah kedepan.

” Kamu boleh lakukan apa saja, Tapi awas jangan sekali kali kurang ajar !!..” Kata Dewi lagi sambil perlahan memelorotkan celana dalamnya hingga melewati kedua pahanya dan tatapan mata Supri langsung tertuju pada kemaluan Dewi yang ditumbuhi rambut rambut tipis disekitarnya. Tanpa diduga sama sekali wanita cantik itu melemparkan celana dalam warna putih bersih itu kearah Supri. Buru buru Supri menangkapnya dan spontan mencium bau celana dalam milik wanita cantik itu sambil menatap tubuh Dewi yang berdiri telanjang bulat tanpa sehelai benang menutupi setiap lekuk tubuhnya.

” Tatap tubuhku sepuasmu Prii..!! Ucap Dewi pada Supri yang terlihat seperti orang gila menghirup hirup bau celana dalam miliknya dengan penuh nafsu.

” Mbaaak..!!! Ouh!! Teriak Supri tak kuasa lagi menahan nafsu birahinya yang bergejolak hebat buru buru melangkah menghampiri Dewi tak menyadari jika Supri akan senekat itu, Mulut Supri langsung merangsek kearah selangkan Dewi dan menjilati kemaluannya dengan ganasnya.

” Suprii!!! Jangaan Ouuuh..!!! Teriak Dewi sembari menjauhkan kepala Supri dari daerah kaewanitaannya. Namun mulut Supri lebih dulu menghisap kelentit Dewi dengan ganas dan penuh nafsu,

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: